MAKNA PERSPEKTIF TEORITIS
Teori-teori Komunikasi Lintas Budaya merupakan
teori-teori yang secara khusus menggeneralisasi konsep komunikasi diantara
komunikator dengan komunikan yang berbeda kebudayaan, dan yang membahas
pengaruh kebudayaan terhadap kegiatan komunikasi.
DR. Alo Liliweri mengatakan bahwa paling tidak ada
tiga sumber yang bisa digunakan untuk menggeneralisasi teori komunikasi lintas
budaya, yakni:
1. Teori-teori komunikasi antar budaya yang dibangun akibat perluasan teori komunikasi yang secara khusus dirancang untuk menjelaskan komunikasi intra/antar budaya.
1. Teori-teori komunikasi antar budaya yang dibangun akibat perluasan teori komunikasi yang secara khusus dirancang untuk menjelaskan komunikasi intra/antar budaya.
2. Teori-teori baru yang dibentuk dari hasil-hasil
penelitian khusus dalam bidang komunikasi antar budaya.
3. Teori-teori komunikasi antar budaya yang diperoleh
dari hasil generalisasi teori ilmu lain, termasuk proses sosial yang bersifat
isomorfis.
MAKNA PERSPEKTIF SUBJEKTIF/EMIK
Pada prinsipnya dalam penelitian yang menggunakan
perspektif ini maka peneliti “menjadikan dirinya” sebagai bagian dari
kebudayaan yang dia teliti, atau dengan kata lain, peneliti bertindak sebagai
partisipan penuh karena dia masuk dalam suatu struktur budaya
tertentu.(Liliweri, 2001:34)
Dalam penelitian berperspektif subjektif ini biasanya
peneliti akan menolak masukan variabel kebudayaan lain ke dalam kebudayaan yang
sedang diteliti. Oleh karena itu, para peneliti yang menggunakan perspektif ini
kerap kali mendapat kritik karena gambaran yang diberikan tentang kebudayaan
yang ditelitinya terlalu sedikit. Pendekatan subjektif pun sering mengkritik
peneliti yang menarik kesimpulan tentang suatu budaya tertentu berdasarkan
ukuran-ukuran yang berlaku pada kebudayaan lain.
MAKNA PERSPEKTIF OBJEKTIF/ETIK
Dalam penelitian yang menggunakan perspektif objektif
ini seorang peneliti akan menggunakan dua pendekatan kebudayaan yang berbeda
terhadap objek tertentu.
Penggunaan perbedaan kebudayaan dilakukan untuk menunjukkan dimensi dan variabilitas kebudayaan dan untuk menunjukkan bahwa teori-teori komunikasi antar budaya tidak dimaksudkan untuk meneliti perbedaan budaya.
Berikut adalah perbedaan perspektif subjektif/emik dengan perspektif objektif/etik dalam komunikasi antar budaya.
Penggunaan perbedaan kebudayaan dilakukan untuk menunjukkan dimensi dan variabilitas kebudayaan dan untuk menunjukkan bahwa teori-teori komunikasi antar budaya tidak dimaksudkan untuk meneliti perbedaan budaya.
Berikut adalah perbedaan perspektif subjektif/emik dengan perspektif objektif/etik dalam komunikasi antar budaya.
1. -Emik 2.-Etik
1. Peneliti mempelajari perilaku manusia dari dalam
kebudayaan objek penelitian
2. Peneliti mempelajari perilaku manusia dari luar
kebudayaan objek penelitian
1. Peneliti hanya meneliti satu kebudayaan
1. Peneliti hanya meneliti satu kebudayaan
2. Peneliti menguji banyak kebudayaan
dan membandingkan kebudayaan tersebut
1. Struktur kebudayaan ditemukan sendiri oleh peneliti
1. Struktur kebudayaan ditemukan sendiri oleh peneliti
2. Struktur diciptakan
oleh peneliti
1.Umumnya kriteria-kriteria yang diterapkan ke dalam karakteristik kebudayaan
sangat realtif
2. Kriteria-kriteria kebudayaan bersifat mutlak dan
berlaku universal
TEORI-TEORI BERD
ASARKAN PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI
Gundykunst (1983) mengemukakan bahwa terdapat lima
pendekatan dalam ilmu komunikasi yang diasumsikan dapat menerangkan komunikasi
lintas (antar) budaya. Kelima pendekatan tersebut adalah:
1. Teori Komunikasi berdasarkan analisis kebudayaan
implisit .
Kebudayaan implisit adalam kebudayaan immmaterial,
kebudayaan yang bentuknya tidak nampak sebagai benda namun dia “tercantum” atau
“tersirat” dalam nilai dan norma budaya suatu masyarakat, misalnya bahasa.
Pendekatan kebudayaan implisit mengandung beberapa asumsi yaitu:
Pendekatan kebudayaan implisit mengandung beberapa asumsi yaitu:
1). Kebudayaan mempengaruhi skema kognitif
2). Kebudayaan mempengaruhi organisasi tujuan dan
strategi tindakan
3). Kebudayaan mempengaruhi pengorganisasian skema
interaksi; dan
4). Kebudayaan mempengaruhi proses komunikasi.
2. Teori Analisis Kaidah Peran.
Dari berbagai penelitian yang dilakukan maka diketahui
bahwa telah terjadi beragam variasi penerapan prinsip-prinsip teori “kaidah
peran”. Beberapa isu yang menonjol misalnya:
1). apa saja sifat dasar yang dimiliki suatu
masyarakat
2). Apa yang dimaksudkan dengan kaidah peran?
3). Apa hubungan antara aktor dan kaidah persan?
Apakah setiap kaidah peran mampu menerangkan atau mengakibatkan perilaku
tertentu?
3. Teori analisis Interaksi antar budaya
Ada beberapa pendektan ilmu komunikasi yang sering
digunakan untuk menerangkan
interaksi antar budaya, yakni:
1). Pendekatan jaringan metateoritikal, yaitu studi
tentang bagaimana derajat hubungan antar pribadi
2). Teori Pertukaran. Inti teori ini mengatakan bahwa
hubungan antarpribadi bisa diteruskan dan dihentikan. Makin besar keuntungan
yang diperoleh dari hubungan antarpribadi maka makin besar peluang hubungan
tersebut diteruskan. Sebaliknya makin kecil keuntungan yang diperoleh, maka
makin kecil peluang hubungan tersebut diteruskan.
Wood (1982) dalam Liliwer (1994) mengidentifikasi 12
karakteristik pendekatan pertukaran tersebut: 1) Prinsip individual, 2) Komunikasi Coba-coba, 3) Komunikasi eksplorasi,
4) Komunikasi euphoria, 5) Komunikasi yang memperbaiki, 6) komunikasi
pertalian, 7) Komunikasi sebagai pengemudi,
komunikasi
yang membedakan, 9) Komunikasi yang disintegratif, 10) Komunikasi yang macet,
11) Pengakhiran komunikasi, 12) Individualis.
4. Teori pengurangan tingkat kepastian
Berger (1982) menyatakan bahwa salah satu dari fungsi
utama komunikasi adalah fungsi informasi yaitu untuk mengurangi tingkat
ketidakpastian komunikator dan komunikan. Setiap individu memiliki keinginan
yang kuat untuk memperoleh informasi tertentu tentang pihak lain. Berger merekomendasikan
strategi pencarian informasi sebagai berikut:
1) Mengamati pihak lain secara pasif,
2) Menyelidiki atau menelusuri pihak lain,
3) menanyakan informasi melalui pihak ketiga,
4) penanganan lingkungan kehidupan pihak lain,
5) Interogasi,
6) Membuka diri.
PERSPEKTIF TEORITIS, PENGEMBANGAN TEORI BARU.
Pendekatan perspektif teoritis terhadap komunikasi lintas budaya juga bisa bersumber dari penelitian khusus dalam bidang komunikasi lintas budaya. Teori teori yang muncul antara lain:
Pendekatan perspektif teoritis terhadap komunikasi lintas budaya juga bisa bersumber dari penelitian khusus dalam bidang komunikasi lintas budaya. Teori teori yang muncul antara lain:
1. Teori Tiple M
Menurut Mowlana (1989) ada tiga unsur penting dalam
teori ini yaitu masyarakat massa, media massa, dan budaya massa. Ketiganya
berhubungan satu sama lain membentuk segitiga
2. Model Determinisme Teknologi
Masih menurut Mowlana, dikatakan bahwa media massa
yang berkaitan dengan budaya suatu masyarakat itu sebagian besar ditentukan
oleh teknologi. Apabila teori determinisme teknologi ini dikaitkan dengan media
massa dan kebudayaan, maka teori ini memiliki 2 kelemahan yaitu:
a. Teori determinisme teknologi hanya memandang satu
aspek tertentu dari media yaitu bentuk material atu teknologi sebagai karakter
pokok yang berarti dan sangat menentukan.
b. Banyak pandangan teori ini yang hanya berdasarkan peristiwa historis dan pengalaman yang dialami oleh dunia barat.
b. Banyak pandangan teori ini yang hanya berdasarkan peristiwa historis dan pengalaman yang dialami oleh dunia barat.
3. Teori Ekonomi Politik
Teori ini mempertanyakan hubungan antara masyarakat
massa, media massa, budaya massa sebagaimana yang digambarkan oleh Teori Triple
M. Menurut teori ini, media massa tidak selalu menjadi sebab atau pembentuk
budaya massa, melainkan hanya bertindak sebagai saluran penyampaian isi budaya
saja.
4. Teori Cultural Studies dan Post Modernism
Perspektif ini meletakkan kerangka bagi suatu
interpretasi budaya mengenai peranan teknologi komunikasi dan sistem media yang
berkembang tahun 1970-an. Hall memandang media massa merupakan instrumen yang
penting dari kapitalisme abad ke-20 yang berfungsi memelihara hegemoni
ideologi. Media massa dianggap mampu menetapkan kerangka budaya massa.
5. Teori integratif.
Teori ini memunculkan konsep dan fenomena pluralisme
budaya dalam kajiannya.
Sumber : Tidak dketahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar