PENGERTIAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Komunikasi lintas budaya merupakan salah satu bidang
kajian Ilmu Komunikasi yang lebih menekankan pada perbandingan pola-pola
komunikasi antar pribadi diantara peserta komunikasi yang berbeda kebudayaan.
Pada awalnya, studi lintas budaya berasal dari
perspektif antropologi sosial dan budaya sehingga kajiannya lebih bersifat
depth description, yakni penggambaran yang mendalam tentang perilaku komunikasi
berdasarkan budaya tertentu. Banyak
pembahasan komunikasi lintas budaya yang berkisar pada perbandingan perilaku
komunikasi antarbudaya dengan menunjukkan perbedaan dan persamaan sebagai
berikut:
1. Persepsi, yaitu sifat dasar persepsi dan pengalaman
persepsi, peranan lingkungan sosial dan fisik terhadap pembentukan persepsi
2. Kognisi, yang terdiri dari unsur-unsur khusus
kebudayaan, proses berpikir, bahasa dan cara berpikir.
3. Sosialisasi, berhubungan dengan masalah sosialisasi universal dan relativitas, tujuan-tujuan institusionalisasi; dan
3. Sosialisasi, berhubungan dengan masalah sosialisasi universal dan relativitas, tujuan-tujuan institusionalisasi; dan
4. Kepribadian, misalnya tipe-tipe budaya pribadi yang
mempengaruhi etos, dan tipologi karakter atau watak bangsa.
PERBEDAAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DENGAN KOMUNIKASI
ANTAR BUDAYA, KOMUNIKASI TRANSRASIAL DAN KOMUNIKASI INTERNASIONAL.
Jika komunikasi lintas budaya lebih menekankan pada
perbandingan pola-pola komunikasi antarpribadi diantara peserta komunikasi yang
berbeda kebudayaan, maka studi komunikasi antarbudaya lebih mendekati objek
melalui pendekatan kritik budaya.
Aspek utama dari komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar pribadi diantara komunikator dan komunikan yang kebudayaannya berbeda.
Aspek utama dari komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar pribadi diantara komunikator dan komunikan yang kebudayaannya berbeda.
Dari gambar satu di atas terlihat bahwa komunikasi
antar budaya merupakan komunikasi antar pribadi dari kebudayaan yang berbeda.
Tidak masalah apakah kejadian itu terjadi dalam satu bangsa atau antar bangsa
yang berbeda, yang jelas adalah budayanya yang berbeda. Selanjutnya untuk
menghindari ketumpangtindihan yang sering terjadi maka selanjutnya kita akan
membicarakan kajian komunikasi internasional.
Komunikasi internasional merupakan komunikasi yang
bersifat interaktif yang menggunakan media. Objek formal komunikasi
internasional senantiasa berhubungan dengan media massa yang dianggap sebagai
agen penyebaran berita-berita internasional dari media “sumber” di satu negara
kepada “penerima” di negara lain.
Komunikasi internasional pada umumnya melibatkan dua
atau lebih negara di mana produk komunikasi massa disebarkan melintasi batas
negara melalui struktur jaringan komunikasi tertentu.
Secara lebih spesifik, studi-studi komunikasi internasional dapat dikategorikan atas pendekatan maupun metodologi sebagai berikut:
Secara lebih spesifik, studi-studi komunikasi internasional dapat dikategorikan atas pendekatan maupun metodologi sebagai berikut:
1. Pendekatan peta bumi (geographical approach) yang
membahas arus informasi maupun, liputan internasional pada bangsa atau negara
tertentu, wilayah tertentu, ataupun lingkup dunia, disamping antar wilayah.
2. Pendekatan media (media approach), adalah
pengkajian berita internasional melalui satu medium atau multi media.
3. Pendekatan peristiwa (event approach) yang mengkaji
satu peristiwa lewat medium.
4. Pendekatan ideologis (ideological approach), yang membandingkan sistem pers antar bangsa atau melihat penyebaran arus berita internasional dari sudut ideologis semata-mata.
Selanjutnya kita akan membicarakan tentang komunikasi transrasial. Transrasial berarti melintasi batas rasial. Dalam antropologi, konsep transrasial ini sama dengan konsep antar etnik. Smith (1973) mengatakan bahwa kelompok etnik adalah sekelompok orang yang dipersatukan oleh kesamaan warisan sejarah, kebudayaan, aspirasi, cita-cita dan harapan, tujuan, bahkan kecemasan dan ketakutan yang sama. Pemahaman terhadap konsep transrasial ini dapat diikuti pada gambar berikut:
4. Pendekatan ideologis (ideological approach), yang membandingkan sistem pers antar bangsa atau melihat penyebaran arus berita internasional dari sudut ideologis semata-mata.
Selanjutnya kita akan membicarakan tentang komunikasi transrasial. Transrasial berarti melintasi batas rasial. Dalam antropologi, konsep transrasial ini sama dengan konsep antar etnik. Smith (1973) mengatakan bahwa kelompok etnik adalah sekelompok orang yang dipersatukan oleh kesamaan warisan sejarah, kebudayaan, aspirasi, cita-cita dan harapan, tujuan, bahkan kecemasan dan ketakutan yang sama. Pemahaman terhadap konsep transrasial ini dapat diikuti pada gambar berikut:
Dari gambar di atas terlihat bahwa komunikasi
transrasial dilakukan antara dua orang yang berbeda etnik/ras. Dimana
masing-masing inisiator mengirimkan pesan melintasi suatu “ambang” batas
simbol-simbol yang dapat dipahami bersama.
Komunikasi transrasial sebenarnya memiliki kemiripan
dengan komunikasi lintas budaya, hanya saja dalam komunikasi transrasial lebih
diarahkan pada proses komunikasi internasional yang meliputi komunikasi
diantara mereka yang berbeda etnik dan ras. Komunikasi transrasial bisa
berbentuk diadic dan bisa juga berbentuk komunikasi massa.
Ada empat kategorisasi komunikasi transrasial “diadic” yang didasarkan pada: 1) Kesamaan kodifikasi, yang meliputi proses pembakuan kode-kode komunikasi/simbol dan “sign” yang tumpang tindih; 2) Kedekatan pengirim dan penerima; 3) masalah perspektif; dan 4) Keterampilan umum berkomunikasi.
Ada empat kategorisasi komunikasi transrasial “diadic” yang didasarkan pada: 1) Kesamaan kodifikasi, yang meliputi proses pembakuan kode-kode komunikasi/simbol dan “sign” yang tumpang tindih; 2) Kedekatan pengirim dan penerima; 3) masalah perspektif; dan 4) Keterampilan umum berkomunikasi.
Catatan Kurang Penting " Sangat penting kita mengetahui perbedaan pengertian antara komunikasi antar budaya, komunikasi lintas budaya, komunikasi internasional dan komunikasi internasional, ke empat jenis komunikasi tersebut memiliki persamaan dimana mereka mempelajari tentang perbedaan-perbedaan tentang budaya dari lawan bicaranya, baik itu berbeda dari segi bahasa, suku, bangsa, negara dsb. yang perlu di ingat bahwa kita harus serius dalam mempelajarinya. Hehe. "
Sumber : Tidak di Ketahui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar