ALIRAN INFORMASI DALAM ORGANISASI
Aliran informasi atau dikenal juga dengan distribusi
informasi, adalah proses dimana informasi yang tepat disampaikan pada orang
yang tepat, pada waktu yang diinginkan. Atau bisa diartikan pula dengan Aliran
informasi dalam suatu organisasi adalah suatu proses dinamik; dalam proses
inilah pesan-pesan secara tetap dan berkesinambungan diciptakan, ditampilkan,
dan dinterpretasikan.
Proses ini berlangsung terus dan berubah secara konstan – artinya
komunikasi organisasi bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian berhenti.
Komunikasi terjadi sepanjang waktu. Dalam organisasi Pendistribusian informasi
dalam organisasi adalah cara-cara untuk memperoleh informasi dan berbagi
informasi pada rekan kerja baik itu menggunakan metode-metode elektronik
seperti situs web kolaborasi, intranet, dan apabila cara-cara dengan teknologi
tidak dimungkinkan bisa jadi cara ini menggunakan arsip atau distribusi berkas
secara manual. Atau bisa dikatakan pula bahwa Aliran informasi dalam organisasi
adalah perpindahan informasi dalam struktur organisasi dan metodologi yang
digunakan (saluran) dalam memindahkan informasi ini terkait dengan budaya
organisasi, proses, waktu, dan pemaknaan sehingga informasi ini dianggap sebagai
nilai, pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.
Distribusi informasi biasanya digunakan sebagai cara untuk
menjalankan rencana komunikasi dan merespon permintaan-permintaan (yang
seringkali tidak disangka) akan informasi tertentu. Mekanisme aliran informasi
Mekanisme informasi dapat mempengaruhi guna informasi itu sendiri saat
informasi yang dibutuhkan tidak didapat tepat pada waktunya. Satu-satunya yang
dapat memperbaiki kinerja aliran informasi ini adalah dengan adanya Rencana
Pengelolaan Informasi (Communication Management Plan). Guetzkow (1965)
menyatakan bahwa aliran informasi dalam suatu organisasi dapat terjadi denga
tiga cara :
1.
Berurutan
2.
Serentak
3.
Kombinasi antara serentak dan berurutan
- Penyebaran Pesan Secara Berurutan
“penyampaian pesan secara berurutan merupakan bentuk pola
komunikasi yang utama, yang pasti terjadi dalam organisasi’’ ini dikemukakan
oleh Haney (1962). penyebaran informasi berurutan meliputi perluasan bentuk
penyebaran diadik, jadi pesan disampaikan dari si A–> si B–> si C–> si
D–> si E dalam serangkaian transaksi dua orang; dalam hal ini setiap
individu kecuali orang ke 1 (sumber pesan), mula-mula menginterpretasikan pesan
yang diterimanya, dan kemudian meneruskan hasil interpretasinya kepada orang
berikutnya dalam rangkaian tersebut.
Penyebaran pesan berurutan memperlihatkan pola ”siapa
berbicara kepada siapa”. penyebaran tersebut mempunyai suatu pola sebagai salah
satu ciri terpentingnya, Bila pesan disebarkan secara berurutan, penyebaran
informasi berlangsung dalam waktu yang tidak beraturan, jadi infomasi tersebut
tiba ditempat yang berbeda dan pada waktu yang berbeda pula. Individu cenderung
menyadari adanya informasi pada waktu yang berlainan. karena adanya perbedaan
dalam menyadari informasi tersebut, mungkin timbul masalah dalam koordinasi.
Adanya keterlambatan dalam penyebaran informasi akan menyebabkan informasi itu
sulit digunakan untuk membuat keputusan karena ada orang yang belum memperoleh
informasi. Bila jumlah orang yang harus diberi informasi cukup banyak, proses
berurutan memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk menyampaikan informasi
kepada mereka.
- Penyebaran Pesan Secara Serentak
Sebagian besar dari komunikasi organisasi berlangsung dari
orang ke orang, hanya melibatkan sumber pesan dan penerima yang mengiterprestasikan
pesan sebagai tujuan akhir. Banyak organisasi yang mengeluarkan terbitan
khusus, berbentuk majalah atau selebaran yang diposkan kepada semua anggota
organisasi. Bila semua anggota departemen, fakultas, atau bagian-bagian lain
menerima suatu imformasi dalam waktu yang bersamaan, proses ini disebut
penyebaran pesan secara serentak.
Pemilihan teknik penyebaran yang berdasarkan pada waktu
(tiba secara serentak) memerlukan pemikiran metode penyebaran yang sedikit
berbeda dari yang biasa kita kerjakan. Di pihak lain, suatu pertemuan mungkin
merupakan cara untuk menyampaikan informasi kepada setiap anggota organisasi
pada saat yang sama; tetapi seperti yang dapat anda duga, tidak semua orang
dapat hadir karena pertemuan cukup jauh.
Memo merupakan media tertulis sedangkan pertemuan adalah
bentuk lisan, atau suatu media tatap muka. Salah satu dari kedua metode
tersebut atau kedua-duanya mungkin melancarkan penyebaran informasi secara
serentak kepada sekelompok anggota organisasi; salah saatu kedua-duanya mungkin
pula tidak efektif. Dengan berkembangnya media telekomunikasi, tugas
menyebarkan informasi kepada semua anggota secara serentak menjadi lebih
sederhana bagi sebagian organisasi. Dengan berkembangnya sistem kabel dan
telepon yang lebih canggih, dirangkaikan dengan video, semua organisasi dapat
berhubungan secara visual dan vokal antara satu dengan yang lainnya sambil
tetap berada di tempat kerja masing- masing. Penyebaran pesan secara serentak
mungkin suatu cara yang lebih umum, lebih efektif dan efisien daripada cara
lainnya untuk melancarkan aliran informasi dalam suatu organisasi.
Alat
alat dan teknik dalam distribusi informasi
Empat
alat-alat dan teknik yang diperlukan dalam mendistribusikan/ mengalirkan
informasi ini:
1.
Kemampuan berkomunikasi yang memungkinkan manajer menggunakan kesempatan untuk
memanfaatkan dimensi-dimensi komunikasi yang ada.
2.
Sistem untuk mengumpulkan dan memperoleh informasi.
3.
Metode pendistribusian informasi
4.
Proses pembelajaran tindakan (Lesson Learned Process).
Peranan
Jaringan Kerja Komunikasi Analisis jaringan telah mengungkapkan sifat-sifat
khas sejumlah peranan jaringan komunikasi. Berikut adalah tujuh peranan
jaringan komunikasi, antara lain :
1.
Kosmopolit Adalah individu yang melakukan kontak dengan dunia luar, dengan
individu-individu diluar organisasi. Kosmopolit menghubungkan para anggota
organisasi dengan orang-orang dan peristiwa-peristiwa diluar batas-batas
struktur organisasi.
2.
Penghubung Adalah orang yang mengaitkan atau menghubungkan dua klik atau lebih
tetapi ia bukan anggota salah satu kelompok yang dihubungkan
tersebut.Penghubung mengkaitkan satuan-satuan organisasi bersama-sama dan
menggambarkan orang-orang yang berlaku sebagai penyaring informasi.
3.
Jembatan Adalah seorang anggota klik yang memiliki sejumlah kontak yang
menonjol dalam kontak antar kelompok, juga menjalin kontak dengan anggota klik
lain. Sebuah jembatan berlaku sebagai pengontak langsung antara dua kelompok
pegawai.
4.
Penyendiri Adalah mereka yang hanya melakukan sedikit atau sama sekali tidak
mengadakan kontak dengan anggota kelompok lainnya. Beberapa anggota organisasi
menjadi penyendiri bila berurusan dengan kehidupan pribadi pegawai-pegawai
lainnya tetapi jelas merupakan anggota klik bila pesan-pesan berkenaan dengan perubahan
dalam kebijakan dan prosedur organisasi.
5.
Penjaga gawang Adalah orang yang secara strategis ditempatkan dalam jaringan
agar apat melakukan pengendalian atas pesan apa yang akan disebarkan melalui
system tersebut.
6.
Pemimpin pendapat Adalah orang tanpa jabatan formal dalam semua system social,
yang membimbing pendapat dan mempengaruhi orang-orang dalam keputusan mereka.
Mereka merupakan orang-orang yang mengikuti persoalan dan dipercaya orang-orang
lainya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
7.
Anggota Klik - Klik adalah sebuah kelompok individu yang paling sedikit separuh
dari kontaknya merupakan hubungan dengan anggota-anggota lainnya. Prasyarat
keanggotaan klik adalah bahwa individu-individu harus mampu melakukan kontak
satu sama lainnya, bahkan dengan cara tidak langsung. Klik terdiri dari
individu-individu yang keadaan sekelilingnya memungkinkan kontak antar
individu, dan yang merasa amat puas dengan kontak-kontak tersebut. Klik-terdiri
dari individu-individu yang memiliki alasan formal, yang berhubungan dengan
jabatan untuk melakukan kontak sekaligus juga mempunyai alasan informal yang
bersifat antar pesona.
Sumber : Tidak diketahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar